Megono Wisata Kuliner Wajib Saat Di Pekalongan
Sejarah Nasi Megono Pekalongan
Saat masyarakat Hindu Budha masih banyak di wilayah Jawa. Megono di gunakan untuk sesajen kepada para Dewa dan Dewi untuk meminta keselamatan dan keberkahan. Bentuk Megono dahulu berupa nasi tumpeng yang di kelilingi berbagai lauk lain nya seperti ikan asin dan urap selain dari Megono itu sendiri. Saat Islam mulai memasuki daerah Jawa Megono ini sudah tidak digunakan untuk sesaji kepada para Dewa Dewi. Karena memang adat tersebut bertentangan dengan ajaran Islam. Megono di sajikan saat acara tahlilan ataupun pengajian di masjid masjid saat itu, namun masih tetap dalam bentuk yang sama berupa nasi tumpeng.
Dan seiring berjalan nya waktu kini Nasi Megono sudah di sajikan di beberapa warung warung makan lesehan di pinggir jalan. Bukan hanya di sajikan saat acara ke agamaan saja. Bentuk nya pun sudah tidak berupa tumpeng lagi melainkan dalam bungkusan bungkusan kecil. Bungkusan kecil tersebut biasa nya menggunakan daun jati atau pun daun pisang. Itu lah sedikit tentang sejarah dari Nasi Megono dari dulu hingga menjadi Nasi Megono yang kita kenal sekarang. Adapula yang mengatakan kalau Nasi Megono itu sendiri berasal dari kata "Mergo" dan "Onone" yang bisa di arti kan lauk seada nya. Ini di bukti kan dengan banyak nya warung megono yang berupa "Lesehan" atau tanpa tempat duduk yang menandakan kesederhanaan atau kesamarataan.
Cara Memasak Megono
Megono terbuat dari nangka muda yang di iris kecil kecil kalau dalam bahasa orang Pekalongan sendiri biasa menyebut nya dengan "di rajang". Untuk bumbu nya sendiri menggunakan bawang merah, bawang putih, kemiri, ketumbar, garam, ada pula yang memakai kencur atau pun tidak. Untuk yang suka pedas juga bisa menambah kan dengan irisan cabai. Kemudian campurkan semua bumbu bumbu yang sudah dihaluskan tersebut kedalam panci dimulai dari bawah. Yaitu cacahan nangka, kelapa parut, dan bumbu bumbu lainnya. Kemudian kukus sampai matang kira kira 30 sampai 40 menitan dan Megono pun siap disajikan. Untuk Resep tersebut apabila ingin menambah kan dengan pete atau pun yang lain nya bisa saja. Tergantung selera pribadi masing masing.
Sedangakan untuk penyajian nya sendiri biasa nya dengan sambal dan berbagai macam gorengan seperti tempe, tahu, bakwan, atau pun berbagai macam lauk yang lainnya. Di Pekalongan sendiri juga sudah banyak warung warung lesehan yang menyajikan menu Nasi Megono dengan berbagai lauk lainnya dan juga tentu nya dengan harga yang bersahabat.