ARISTO.ID. Menu Gyudon Makanan Rakyat Di Jepang. Selamat malam guys, kali ini kita akan membahas tentang Menu Gyudon. Yang merupakan salah satu menu andalan di restoran restoran di Jepang yang kini juga mulai menyebar sampai ke Indonesia. Bagi sebagian orang tentu nya asing dengan nama Gyudon karena memang makanan ini berasal dari Jepang bukan dari Indonesia namun cita rasa nya sangat cocok dengan lidah orang Indonesia khusus nya saya hhehee. Karena Gyudon ini adalah salah satu menu favorit saya saat ini. Berhubung saat ini saya tinggal di Jepang sie jadi yaa mau tidak mau pasti akan mencoba juga masakan Jepang.
Menu Gyudon Makanan Rakyat Di Jepang
Pertama kali mencoba Gyudon sekitar tahun 2013 tepat nya saat ada Jak Japan Matsuri atau perayaan festival tentang Jepang di Monas. Saat itu saya menjadi salah satu yang berpartisipasi menjadi bodyguard, hehe. Tapi bukan bodyguard artis nya melainkan bodyguard untuk tong sampah. Yups saya menjadi penjaga tempat sampah saat perayaan itu karena di Jepang sendiri tempat sampat terbagi menjadi beberapa bagian tersendiri sesuai jenis sampah nya. Tapi saya tidak akan membahas tentang sampah kali ini.
Entah saat makan siang atau malam saya sendiri lupa, saya mendapat jatah makanan yang menu lauk nya asing bagi saya. Yaa saat itu adalah saat pertama kali saya memakan Gyudon. Awal nya agak aneh memang rasa nya mungkin karena memang pertama kali yaa tapi sampai sekarang malah menjadi favorit saya sendiri. Rasa dari Gyudon sendiri manis manis asin karena memang untuk pembuatan nya di campur dengan kecap asin, dan di Jepang sendiri rasa masakan rata rata memang manis atau asin dan jarang sekali ada masakan pedas di Jepang.
Sejarah Gyudon
Gyudon kalau dalam kanji Jepang terdiri dari kanji Sapi dan Mangkuk atau Semangkuk Nasi, jadi Gyudon bisa di artikan sebagai semangkuk nasi yang di atas nya di beri irisan tipis daging sapi yang sudah di beri bumbu bumbu nya. Untuk resep lengkap nya akan saya tulis di akhir artikel. Di zaman Meiji awal mula dari Gyudon adalah Gyumeshi yang merupakan sebutan nya saat itu, yang berupa nasi dengan irisan daging sisa Gyunabe. Dan Gyunabe sendiri adalah masakan dari daging sapi yang menggunakan kecap asin dan gula sebagai bumbu nya, jadi bisa di katakan kalau Gyudon atau Gyumeshi adalah sisa sisa dari Gyunabe.
Pada saat itu ada istilah Kamecabhu, atau nama lain dari Gyudon, Kamecabhu lahir dari sangkaan orang Jepang yang mendengar orang asing mengatakan "come (here)", orang Jepang sendiri mendengar kata "come" sebagai "kame" yang disangka orang Jepang saat itu merupakan nama dari seekor anjing yang sedang di panggil oleh orang asing tersebut. Dari peristiwa itu lah lahir istilah Kamecabhu tapi bukan berarti Kamecabhu atau Gyudon adalah makanan yang di tujukan untuk anjing. Itu hanya salah sangka dari orang Jepang.
Dan bagi yang ingin mencoba masak sendiri berikut saya berikan.