5 Gaya Foto Paling Hits dan Tips untuk Memotret Saat Mendaki. Mengambil foto adalah sebuah hal yang tidak mungkin terlewatkan jika mengunjungi sebuah tempat wisata. Tidak terkecuali saat melakukan pendakian gunung. Banyak sekali gaya foto yang bisa digunakan agar bisa tampil eksis. Berikut ini adalah 5 Gaya Foto Paling Hits dan Tips untuk Memotret Saat Mendaki
5 Gaya Foto Paling Hits:
Backgenic
[caption id="attachment_3803" align="aligncenter" width="499"]
https://www.instagram.com/tuthyaaaaaks_/[/caption]Sudah cukup banyak orang yang memilih gaya ini untuk mengambil sebuah foto. Biasanya, orang-orang akan meminta tolong kepada orang lain untuk mengambilkan gambarnya. Namun, dengan kemudahan akses seperti adanya kehadiran tongsis, sepertinya foto backgenic tidak lagi menjadi mustahil. Gaya foto ini dipopulerkan oleh Acen Trisusanto yang merupakan pembuat Jalanpendaki.com. Backgenic akan cocok sekali digunakan oleh orang yang lebih senang bagian belakang tubuhnya daripada bagian depannya.
Levitasi
[caption id="attachment_3804" align="aligncenter" width="505"]
https://www.instagram.com/vak7l/[/caption]Foto jenis ini mungkin sedikit ‘mahal’. Foto ini tidak bisa diambil hanya dengan menggunakan kamera handphone biasa. Gaya foto ini mungkin terinspirasi dari film-film penyihir yang bisa membuat objek melayang di udara. Untuk hasil yang maksimal, gunakanlah kamera DSLR atau kamera digital yang memiliki setelan shutter tinggi, yang bertujuan supaya foto gaya levitasi ini terlihat semakin nyata. Kondisi tempat juga harus memiliki cahaya yang cukup terang, atau jika tetap ingin melakukannya, gunakan lampu tambahan supaya hasilnya tambah jernih dan semakin photogenic.
FollowMeTo
[caption id="attachment_3805" align="aligncenter" width="397"]
https://www.instagram.com/sibsun/[/caption]Gaya foto ini nggak cuma hits di dunia instagram, bahkan juga dipakai di beberapa video klip para artis papan atas. Jika ingin foto menggunakan gaya ini, ajaklah pasangan . Foto yang diambil adalah ketika pasangan menarik tangan . Saat itulah, aksi pemotretan berlangsung. Hanya akan ada tangan dan punggung pasangan dalam foto ini.
Style ini dipopulerkan oleh seorang fotografer bernama Murad Osmann. Mulanya, sang kekasih tidak sabar untuk menunggunya memotret sebuah foto. Karena bosan menunggu, sang kekasih menarik tangan Murad secara paksa. Dengan olahan ide kreatifnya, foto style followmeto ini sukses ditiru oleh banyak orang dan menjadi hits, tidak hanya di kalangan remaja, bahkan orang dewasa pun ikut menirunya.
Headstand
[caption id="attachment_3806" align="aligncenter" width="503"]
https://www.instagram.com/talcomraja/[/caption]Jika sudah terbiasa melakukan ini, foto gaya headstand akan menjadi kenangan yang indah untuk dikenang. Namun, berhati-hatilah saat melakukan foto gaya ini saat pendakian. Gunung yang curam bisa mengakibatkan kecelakaan fatal jika terjadi kesalahan pengambilan foto. Bagi yang belum pernah melakukan adegan headstand, jangan pernah mencobanya saat melakukan pendakian. Utamakan keselamatan diri. Jangan sampai mengorbankan diri sendiri hanya untuk sebuah gambar.
Jangan khawatir jika salah satu yang tidak bisa menggunakan gaya ini. Masih ada banyak gaya foto lainnya yang bisa digunakan dan lebih aman untuk keselamatan diri.
Yoga
[caption id="attachment_3807" align="aligncenter" width="483"]
https://www.instagram.com/see_simply/[/caption]Mungkin jika mendengar kata yoga, akan langsung terpikirkan tentang orang-orang yang duduk diam ditempat sambil memusatkan pikiran dan diiringi lagu slow. Ada banyak sekali gaya yoga yang bisa digunakan untuk mengambil gambar. Misalnya saja dengan mengangkat satu kaki ke atas dan menggunakan tangan untuk memeganginya supaya tidak terjatuh.
Untuk para pendaki yang sudah percaya diri bisa melakukannya, silahkan lakukan gaya photogenic ini. Namun jika masih ragu, jangan mencobanya seorang diri. Kehilangan keseimbangan saat melakukan pendakian juga sangat berbahaya bagi keselamatan diri sendiri. Selain gaya itu, mungkin Kitabisa mencoba gaya bertapa yang hanya duduk sambil memejamkan mata. Tidak kalah photogenic bukan?
Setelah melihat tentang gaya foto, kita beralih ke cara memotretnya. Sesuai judul diatas, yaitu 5 gaya foto paling hits dan tips untuk memotret saat mendaki, memotret menjadi hal yang cukup penting. Meskipun gayanya tampak biasa, foto itu bisa tampak luar biasa dengan keahlian memotret. Tidak perlu sampai kursus khusus fotografi, cukup belajar terus dan jangan lupa simak tips-tips dibawah ini.
Baca Juga Cara Menentukan Arah Mata Angin Didaerah Tak Dikenal
Tips untuk memotret saat mendaki
Persiapkan Fisik
Karena kali ini Kitaakan berfoto di gunung, jangan lupa untuk selalu menyiapkan fisik yang bugar. Membawa kamera juga akan menambah beban di pundak. Kamera tidak boleh sampai terbentur sehingga harus berhati-hati saat membawanya. Hal itu juga mengakibatkan konsentrasi terpecah. Jangan sampai limbung, oleh karena itu, persiapkan fisik dan mental secara matang.
Cek Tempat untuk Berfoto
Setiap gunung pasti punya ikonnya masing-masing, misalnya saja Danau Segara Anakan di Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat. Cari tahu tentang spot foto yang bisa digunakan disana. Hal itu akan membantu memberi gambaran tentang bagaimana pose yang akan gunakan nantinya. Kemungkinan besar, foto akan menjadi foto yang berbeda dari yang lain karena sudah tahu lebih dalam tentang spot foto yang akan dikunjungi.
Membawa Lensa Kamera yang Dibutuhkan
Jangan membebani diri sendiri dengan membawa hal-hal yang tidak penting. Untuk lensa kamera, bawalah hanya yang dibutuhkan saja. Membawa semua lensa yang miliki juga hanya akan menambah beban dan menguras energi. Rencanakan, di lokasi akan memotret apa.
Lensa paling sering digunakan saat melakukan pendakian gunung adalah wide lens atau lensa wide. Panjang dari lensa ini biasanya sekitar 10 sampai 40 mm. Dengan menggunakan lensa ini, dapat menangkap view yang luas dan menyeluruh. Bahkan, lensa ini juga memungkinkan untuk berfoto dengan background alam asli.
Jika ingin membeli lensa baru tapi tidak tahu harus beli yang mana, mungkin bisa memilih salah satu antara Canon EF-S 10-22 mm f/3,5-4,5 USM, Tokina 11-16 mm f/2,8 DX, Nikon AF-S DX 10-24 mm f/3,5-4,5 DX. Masih ada banyak lagi jenis lensa lainnya, jangan khawatir.
Membawa Filter yang Dibutuhkan
Sebagai teman lensa, mungkin bisa membawa filter. Filter ini digunakan untuk mengatasi kekurangan atau bahkan menciptakan sebuah efek baru dalam sebuah foto. Sama seperti lensa, bawalah hanya beberapa filter yang penting saja. Jangan menambah beban tubuh dengan membawa filter yang berlebihan. Beberapa contoh filter yang sering dibawa saat perjalanan adalah Filter CPL atau Circular Polarizing, Filter GND atau Graduated Neutral Density dan Filter UV atau Ultra Violet.
Mempersiapkan Memori dan Baterai
Memori dan baterai menjadi sebuah paket lengkap jika ingin berkunjung ke suatu wilayah. Akan tidak menyenangkan jika ketika ingin foto, tertera tulisan memori habis atau baterai habis. Jika sedang mencari alternative untuk menghemat daya baterai, mungkin bisa mengurangi melihat preview yang akan mempercepat masa habis baterai. Jika ingin memotret banyak foto, lakukan perubahan kualitas foto, seperti dari large atau L menjadi medium atau M.
Mencari Spot Baru
Jangan terpaku pada satu spot foto saja. Cobalah untuk mencari spot lain agar foto yang dihasilkan juga bisa maksimal. Baik buruk hasil sebuah foto akan ditentukan oleh intensitas cahaya dan sudut pengambilan foto.
Itulah 5 gaya foto paling hits dan tips untuk memotret saat mendaki yang bisa dicoba. Persiapkan mental dan fisik kalian secara maksimal agar bisa merasakan sensasi adrenalin yang meningkat. Jangan takut untuk mencoba hal baru dan berkomunikasi dengan sesama pendaki gunung yang lain. Selamat mencoba.